Ranu mengeratkan pelukan, pada tas usang berisi tumpukkan baju miliknya. Jantungnya berdegup kencang, dengan resah yang tiba-tiba membayang. Apa keputusannya sudah benar? Apa ini memang yang terbaik untuknya? Menggigit bibir bawah, keyakinan yang sebelumnya berhasil Ranu genggam, perlahan menguap tersapu bimbang. Tapi, Ranu tak bisa memungkiri, jika ada andil Rhea yang begitu besar, membantunya di tengah kesulitan yang telah menimpanya. Pagi tadi, setelah satu minggu dirawat di rumah sakit. Ranu akhirnya diperbolehkan pulang. Setelah menyelesaikan semua tes kesehatan untuk melihat kondisi terakhirnya. Dan Rhea, dengan setia menemaninya. Membuat Ranu lagi-lagi diserbu rasa haru. Pada detik-detik terakhir menjelang kepulangannya, Ranu dikejutkan oleh permintaan yang Rhea ajukan. Sauda

