Ranu memiringkan tubuh ke sisi kiri, menutup mata, berusaha menunggu lelap untuk segera datang menghampiri. Sialnya, ia kembali terjaga, sebelum kemudian merubah posisi berbaringnya menjadi terlentang. Menatap langit-langit kamar yang terlihat asing. Tapi mungkin, kedepannya akan selalu tertangkap penglihatan sebelum tidur. Dengan gerak perlahan, kedua tangannya mengusap-usap tempat tidur berukuran queen size yang sangat berbeda dengan alas tidurnya di kontrakan dulu. Yang hanya berupa kasur lantai dengan busa yang tak lagi terasa empuk hingga berubah keras. Tapi tak apa, setidaknya tak harus tidur melantai sampai kedinginan. Rasanya, Ranu masih tak percaya. Dengan semua perubahan dalam hidupnya yang begitu drastis. Kabur dari rumah orangtua angkatnya, lalu nekat pergi ke ibu kota, tanpa

