Rhea kian mempercepat langkah. Terlebih, saat netra miliknya menemukan empat sosok pria berbadan besar yang juga berwajah sangar. Tiga orang pria terlihat duduk-duduk di kursi tunggu, sesekali mengobrolkan sesuatu yang membuat mereka terkekeh. Sementara satu sosok lagi lebih memilih untuk tetap berdiri. Menyandarkan punggung pada tembok yang berada di belakangnya sembari bersedekap tangan. Seolah bisa merasakan kehadiran Rhea, pria yang berada diposisi berdiri dan sebelumnya sibuk menundukkan kepala, kemudian mendongakkan wajah, sebelum kemudian segera menegakkan tubuh. "Kenapa bisa sampai seperti ini?" Desis Rhea dengan wajah keruh dan tangan yang terkepal di masing-masing sisi tubuhnya. Menahan diri agar tidak sampai mencakar wajah sangar di depannya yang sudah gagal menjalankan perint

