Ranu melarikan pandangan pada penunjuk waktu yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Sementara telunjuk kanannya mengetuk-ngetuk meja dengan gusar. Ia tak perlu merasa khawatir pengunjung restoran lain merasa terganggu dengan suara ketukan meja yang dibuatnya, mengingat, suara obrolan dan denting dari peralatan makan cukup menyamarkannya. Kemana orang itu? Sudah hampir setengah jam Ranu menunggu dan sesekali mengedarkan pandangan ke sepenjuru ruangan untuk mencari seseorang yang semalam mengajaknya bertemu di tempat ini. Bahkan memesan meja khusus atas namanya saat tadi Ranu menanyakan pada bagian resepsionis. Mengingat, restoran yang kini di tempatinya bukan restoran biasa. Melainkan salah satu restoran ternama dan membutuhkan reservasi sebelumnya. Ck! Ranu mengempaskan punggungnya

