Kegelapan yang menelannya membuat Ranu ketakutan. Ia ingin berteriak meminta pertolongan. Tapi hanya keheningan yang ditemukannya. Lalu ... Tiba-tiba saja, sosok Dewa bercokol dalam pikiran. Pria baik hati itu, membuat Ranu ingin berlari mencari perlindungan padanya. Gelap, sendirian, dan sangat ketakutan. Ranu meraba sekitar yang hanya didominasi kegelapan. Bahkan, tak ada suara apa pun yang tertangkap pendengaran. Kemana semua orang? Tak adakah yang bisa menolongnya dari hal menyeramkan ini? Dia takut. Sungguh! Terlebih, suara tawa Ayah dan Ibunya saling bersahutan mengoyak senyap yang sedari tadi menemani Ranu. Tidak! Pergi! Ranu tak mau pulang hanya untuk dijadikan simpanan! "Bocah tengik! Mau kemana lo? Jangan harap bisa kembali melarikan diri!" Suara Indra menggema di keg

