"Halo, Ranu ... Oh, atau harus aku panggil Nyonya Rhea?" Ucap suara wanita di seberang sambungan, dengan gelak tawa yang terdengar seperti musik film horor di pendengaran Ranu, yang kini tengah menggigil karena rasa takut. Ketenangan yang sebelumnya berhasil Ranu dapatkan setelah kehadiran Dewa. Kini menguap bak sebuah asap. Saat gelak tawa mengoyak pendengarannya. "I—Ibu?" Ucapnya terbata. "Oh, kau mengingatku Sayang?" Mira jelas tengah mengolok-olok Ranu. Mempermainkan rasa takut gadis itu. "Ish! Tunggu sebentar, gue belum selesai ngomong! Baru juga mulai!" Terdengar Mira yang tengah berdebat dengan seseorang yang Ranu tebak adalah Indra, Ayah angkatnya. Memang siapa lagi? "Lo diam dulu! Biar gue yang ngomong!" Meremas selimut, Ranu berusaha untuk tak tergoda mematikan sambungan telep

