Kembar Tapi Beda - 70

1598 Kata

Menggigit bibir bawah, Ranu berusaha mengalihkan pikirannya dengan menatap rintik hujan dari dalam jendela mobil taksi yang di tumpanginya. Berusaha menyingkirkan resah yang kini tengah merongrong hebat. Sialnya, itu tak berguna sama sekali. Kecemasannya tak mudah untuk dipadamkan. Sedari pagi, ponselnya terus ribut. Dewa bahkan sempat curiga karena tak biasanya ada orang yang menghubungi seintens itu. Beruntung, Ranu bisa berkilah. Atau ... Dirinya yang sekarang, memang sudah berubah menjadi seseorang yang pandai menciptakan kebohongan?  Entahlah, karena yang terpenting. Saat Ranu mengatakan jika itu temannya yang mengajak jalan, Dewa mempercayainya. Meski raut pria itu tampak ... Tak nyaman? Walau berusaha keras untuk tetap bersikap sewajarnya. Dan saat Ranu berkata sudah membuat janji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN