Kaki telanjangnya menapaki lantai kamar yang terasa dingin. Ranu tak biasa mengenakan sandal yang khusus untuk di dalam ruangan. Sembari menyugar rambut panjangnya yang masih setengah basah. Gadis itu berderap keluar kamar, mengayunkan langkah menuju dapur. Sudah waktunya makan malam, dan ia belum memasak apa pun untuk mengisi perut yang mulai ribut. Sayangnya, keinginan Ranu terpaksa urung. Saat melewati ruang tengah, ia dapati sosok Rhea yang entah sejak kapan, sudah mendudukkan diri di atas sofa? Bersilang kaki, sembari menyesap minuman soda. "Aku bawakan makan malam," ucap Rhea sembari meletakan kaleng minuman miliknya ke atas meja, "sini Ran," ajaknya dengan mengedikkan dagu ke arah samping tempat duduknya yang kosong. Dengan rasa bingung yang menggelayuti kepala. Ranu mendudukkan

