Suara dentingan lift yang menandakan jika sudah sampai di lantai yang dituju, membuat Argi mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk melihat ponsel di tangan kanannya. Memasukkan ponsel ke dalam saku celana. Argi mengayunkan langkah, keluar dari dalam lift yang hanya ada dirinya. Menyusuri lorong apartemen, pria itu memperhatikan nomor setiap unit untuk mencari milik unit apartemen seseorang yang akan dikunjunginya. Sudah empat kali menghubungi, tapi tak ada satu pun yang diangkat. Beberapa pesan yang di kirimkan pun tak ada balasan. Ck! Sepupunya itu kadang menguji kesabaran Argi. Jika bukan untuk hal yang penting, dia tak akan menginjakan kaki di tempat ini. Mengehentikan langkah, Argi memperhatikan dengan seksama nomor salah satu unit apartemen yang diyakininya sebagai tempat t

