Ranu menoleh kearah belakang, melihat wanita muda dengan seragam pelayan di rumah keluarga angkat Rhea yang tengah kepayahan membawa tumpukan barang. Ada rasa tak tega yang menggelayuti hatinya, melihat sosok bernama Nini yang memperkenalkan diri sebagai pelayan pribadi Rhea sebelum menikah, tampak kepayahan membawa barang-barangnya dan Mama Karina. Meski sebenarnya, sedari tadi yang sibuk membeli ini dan itu adalah wanita paruh baya tersebut. Karena Ranu justru menolak semua barang-barang yang coba disodorkan padanya dengan cara sesopan mungkin. "Tumben banget kamu diajak shopping kaya ogah-ogahan, Sayang. Biasanya selalu antusias. Apalagi kalau semuanya Mama yang bayar." Suara Karina meluruhkan lamunan Ranu. Membuat gadis itu tampak tergagap karena gugup. "B—bukan begitu, Ma." Menyeli

