Ranu terus memacu kaki, berusaha mengejar beberapa orang yang tengah memburu penjambret yang baru saja merampas ponsel serta liontin peninggalan Ayah Nini. Melihat wajah menyedihkan gadis itu, saat menceritakan seberapa berarti liontin yang kini dibawa lari penjambret. Tanpa pikir panjang, Ranu berlari untuk mendapatkannya. Ia tau, perbuatannya adalah tindakan nekat. Terlebih, yang akan dihadapinya adalah orang yang mungkin saja tak akan segan mencelakainya. Saat melewati sebuah jalan sempit, langkah Ranu terhenti. Ia tak lagi mengikuti segerombolan orang yang mengejar penjambret yang diperkirakan lari ke jalan besar. Tiba-tiba saja, Ranu mendapati pergerakan aneh yang membuatnya penasaran. Dengan keberanian yang hanya segenggam tangan. Ranu berbelok dan memisahkan diri. Menyusuri jalan

