Kembar Tapi Beda - 82

2334 Kata

"Akhirnya ... Bisa keluar dari kontrakan buluk itu." Mengipas-ngipas wajah dengan kipas anyaman bambu, Mira yang duduk di kursi belakang bersama Indra tak berhenti mengocehkan banyak hal.  Sementara Ranu yang duduk dikursi depan, samping supir taksi yang mengendarai mobil menuju rumah George yang akan menjadi tempat tinggal baru untuk kedua orangtua angkatnya, hanya bisa terdiam dengan tangan yang saling meremas di atas pangkuan. "Rumahnya sesuai sama yang gue minta kan, Ran? Ran? Oy! Ranu?!"  Duk! "Jawab!" Mira baru saja menggetok kepala Ranu dengan kipas karena tak juga mendapat jawaban. Wanita paruh baya itu kesal merasa diabaikan. "I—iya, Bu." Menggerutu sebal, Mira akhirnya memilih untuk melihat keluar jendela. Sementara Indra, tak banyak bicara. Dia tak begitu memusingkan banya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN