Kembar Tapi Beda - 94

2223 Kata

Bersedekap tangan, Argi yang duduk di sofa tunggal hanya menatap datar sejoli di depannya yang duduk berdempetan, padahal sofa panjang yang mereka tempati itu cukup luas. Ini pasti cuma modus si pria. Dengkus Argi sebal. Sang wanita dengan telaten tengah menyuapi si pria yang hampir gila karena cinta, dan sekarang bertranformasi bak bocah yang takut ditinggal jalan-jalan hingga terus memeluk perut ibunya. "Iya, nggak apa-apa kok, aku kuat. Udah biasa diabaikan dan dicampakkan." Celetuk Argi hingga berhasil menarik perhatian sejoli di depannya yang sebelumnya sibuk satu sama lain. "Lo nggak balik?" Tanya Dewa yang justru mendapat dengkusan dari Argi. "Oh ... Gitu? Iya deh, yang udah nggak merana lagi. Terus, sahabat tempat lo berkeluh kesah terempas begitu saja." "Nggak usah drama," c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN