Ranu masih dikepung resah. Lidahnya tiba-tiba saja terasa kelu. Beberapa kali bibirnya tampak terbuka, seolah hendak mengatakan sesuatu. Sayang, tak ada satu kata pun yang berhasil tercuri keluar dari sana. Di bawah tatapan intens Salma, otak Ranu kian loading lama. Tak ada kalimat yang bisa disusun dalam kepalanya, untuk disodorkan pada wanita paruh baya itu yang masih menunggu, dengan raut penasaran. Ayo! Ayo! Coba pikirkan sesuatu! Ranu berusaha keras menguras pikirannya. Mencari apa pun yang bisa menjadi penjelasan untuk apa yang tadi Salma tanyakan padanya. Tapi apa? Masa iya dia harus mengatakan hal sebenarnya? Jika kepergiannya dan hilang beberapa hari karena trauma, setelah apa yang Dewa lakukan padanya? Jika benar-benar mengatakan hal itu, kira-kira bagaimana respon Mama Dewa? D

