Ranu mengerjap-ngerjapkan matanya yang begitu terasa berat. Dia meringis saat menyadari jika matanya pasti sembap karena menangis cukup lama dipelukan Dewa. Setelah pengakuan pria itu dan tangisan panjangnya. Mereka sama-sama merebahkan diri. Ranu meringkuk sembari memunggungi Dewa, dan sosok itu memeluknya erat dari belakang sembari menggumamkan permintaan maaf hingga kantuk menyeretnya. Dering ponsel yang mengoyak kesunyian di dalam kamar membuat Ranu terjaga dari lelapnya. Menolehkan kepala ke arah belakang, dia mendapati Dewa yang masih tertidur pulas. Mengela napas panjang, Ranu berusaha memindahkan tangan Dewa dengan begitu pelan dan hati-hati dari pinggangnya. Tak mau pria itu sampai terbangun. Beringsut dengan gerakan sepelan mungkin. Ranu mencari-cari suara dering ponsel yang t

