Ranu mengais ketenangan, tak mau terpancing profokasi yang dilancarkan wanita yang pernah menghancurkan kebahagiaannya di masa lalu. Meruntuhkan mimpi akan masa depan yang tak bisa dicecapnya karena lebih dulu hancur di tengah jalan. Alih-alih mendapat pernikahan impian, tapi yang didapatkan justru kehancuran, karena hubungannya harus terpaksa berakhir dengan cara menyakitkan yang harus Ranu rasakan. Urung menggunakan hand dryer, Ranu akhirnya meraih tisu, sembari menulikan pendengaran dari ocehan wanita di sampingnya. Ia lebih memfokuskan diri untuk mengeringkan tangan, sebelum kemudian berlalu pergi. Sayangnya, baru satu langkah, lengannya sudah ditahan dengan cengkraman yang cukup menyakitkan. "GUE LAGI NGOMONG SAMA LO, SIALAN!" Teriak wanita itu murka pada Ranu. Tak terima karena di

