Rhea mengerang kesal, saat pendengarannya terusik oleh jeritan suara ponsel yang menghancurkan tidur lelapnya. Mengangkat bantal untuk menutupi kepala, Rhea mencoba melanjutkan tidur. Tak peduli pada rengekan ponsel sialan yang tak juga bisa diam. Hanya sesaat deringnya terhenti karena tak juga Rhea angkat. Sebelum tak lama kembali berdering kencang. Membuatnya tak bisa kembali ke alam mimpi. "Astaga ... Berisik! Ponsel sialan!" Amuk Rhea yang melempar kesal bantal yang tadi digunakan untuk menutupi kepalanya. Sembari terus mengeluarkan u*****n, Rhea melarikan tangannya ke atas meja nakas samping tempat tidur. Meraba-raba untuk mencari pengganggu tidurnya. Setelah berhasil menyentuh ponsel miliknya, ia membuka mata dengan ogah-ogahan. Karena terasa masih sangat berat untuk terbuka. "A

