PART 9. KECURIGAAN

2016 Kata
Mikha tampak lebih ceria saat memasuki pintu masuk capitaland mengingat ia tak perlu lagi mewaspadai kalau akan di dapati oleh ayahnya. Sambil memegang tas jinjing miliknya, ia tak sengaja bertemu dengan Noah yang juga sedang berjalan bersama dengan Sein. Noah menyapa Mikha dan menyakan alasan wajahnya yang hari ini terlihat lebih ceria. Mikha memberitahu Noah kalau ayahnya sudah mengetahui kalau dirinya sedang melakukan penelitian di capitaland, Mikha juga bahkan memberitahu Noah kalau Deehan-lah yang membantu menolongnya kemarin di depan Nino. Noah melirik tipis kearah Sein, dimana ia yang sekali tidak mengetahui kejadian tersebut. Bahkan Noah semakin kesal karena Deehan-lah yang membantu Mikha. Disaat yang bersamaan dimana Mikha dan juga Noah sedang berbincang. Seluruh staff terlihat membungkuk melihat Deefan yang sedang berjalan dari pintu masuk capitaland. Mikha sangat terkejut mengingat ini adalah kali pertamanya ia melihat wajah dari Deefan Alastair Kelsey, orang yang selama ini sangat ia temui karena proposal penelitian tersebut. Dan pagi ini ia dapat melihat Deefan secara langsung. Noah beserta Sein juga ikut menunjukkan rasa sopan serta hormatnya pada Deefan saat tengah berjalan kearahnya. Melihat hal tersebut, Mikha juga melakukan hal yang sama dengan wajah yang masih terpesona dengan Deefan. "Noah.. kamu keruangan ku sekarang---ada yang perlu Aku bahas dengan mu.." ucap Deefan pada Noah. "Baik.. Tn. Kelsey" balas Noah yang masih terlihat membungkuk di hadapan Deefan. Setelah Deefan melanjutkan langkahnya yang di ikuti beberapa pengawal masuk ke dalam lift. Seluruh staff serta Noah kembali pada posisinya semula. "Wow.. Aku baru melihat Tn. Kelsey seumur hidup ku.." ucap Mikha takjub. Noah tertawa tipis mendengar ucapan Mikha yang terdengar polos baginya. "Aku harus keruangannya Tn. Kelsey sekarang juga.." ucap Noah. "Iya! Kamu harus cepat ke sana.." balas Mikha mempersilahkan. Noah yang di ikuti Sein meninggalkan Mikha yang masih berdiri pada posisi sebelumnya menatap punggung sempurna Noah yang perlahan-lahan menghilang bersama dengan Sein. Lalu di saat yang sama ia juga mendapati Jarvis yang baru tiba di capitaland, di saat ingin menghampirinya setelah semalam ia melihat Nana yang jatuh hati padanya, Mikha ingin lebih dekat dengan Jarvis. Namun langkahnya tercekat saat ia melihat seorang staff wanita berjalan mendekati Jarvis. Mikha menatapnya cukup lama mengamati sikap Jarvis dengan staff tersebut yang sedang saling menggoda. Mikha terus menatapnya tanpa di sadari oleh Jarvis yang terus asyik berjalan sambil bercengkrama dengan staff tersebut. Mikha yang begitu penasaran mengikuti Jarvis secara diam-diam di belakangnya, lalu tiba-tiba saja ia tak sengaja menabrak Deehan yang tengah berjalan kearahnya. "Aw!" keluh Mikha saat kepalanya terbentur pada d**a bidang Deehan. Baru saja akan mengeluh, Mikha melihat bahwa Deehan lah yang berada di hadapannya saat ini. Namun ia tak ingin memperpanjang masalahnya dan harus terus mengamati Jarvis. "Mau kemana kamu? lift yang akan menuju ruangan mu bukan berada disana.." ucap Deehan mencegat langkah Mikha. "Minggir saja, ini bukan urusan mu!" balas Mikha mendorong Deehan. Lalu tangannya dicengkram oleh Theo karena sudah bersikap kasar pada Deehan. Mikha kembali merintih saat cengkraman itu terasa sakit pada pergelangan tangannya. Setelah mendapat lirikan dari Deehan, Theo melonggarkan cengkraman itu bersamaan dengan Jarvis yang telah hilang dari pandangan Mikha. "Ih ini semua karena kau!" ungkap Mikha kesal. Tampaknya nada Mikha cukup tinggi hingga membuat ucapan itu terdengar oleh beberapa staff yang juga berada di sekitaran itu. Theo melihat sekelilingnya dan mendapati para staff yang sedang melihat kearah Mikha, dimana Mikha terdengar sedang membentak Deehan. Melihat hal tersebut, demi menyelamatkan imagenya. Deehan menarik Mikha menjauh dari sana lalu di ikuti Theo juga bersamanya. "Ingat apa yang dikatakan Tn. Nino.. kamu tidak boleh memperlakukan ku seperti ini.." bisik Deehan sambil menarik Mikha masuk ke dalam lift. Mikha terdiam lalu menunduk menyadari perlakuannya pada Deehan yang tidak sopan mengingat Deehan adalah seorang staff di capitaland. Ia harus menghormati staff bawahan ayahnya. Deehan membawa Mikha tiba di lantai tujuh dan memintanya keluar dari dalam lift. "Kerjakan saja penelitian mu.." ucap Deehan pada Mikha. Mikha tak lagi membantah ucapan Deehan seperti sebelumnya hingga pintu lift itu menutup dan membawa Deehan menuju ruangannya. Mikha berjalan dengan perasaan kesal dan juga penasaran mengingat ia yang tak sempat mendengar percakapan Jarvis dengan staff tersebut yang belum pernah ia lihat sebelumnya di capitaland. *** Saat makan siang berlangsung dimana Mikha sedang duduk bersama Earlene menikmati makanannya, ia kembali tak sengaja mendapati Jarvis dengan beberapa staff wanita lainnya sedang bercengkrama sambil tertawa bersama. Sekilas pikiran buruk Mikha pada Jarvis memenuhi kepalanya. "Apa dia seorang lelaki penggoda?" batin Mikha mengamati Jarvis. Jarvis yang baru menyadari bahwa sejak tadi Mikha sedang memperhatikannya, ia menarik diri dari sekumpulan wanita itu dan menyelesaikan makan siangnya lebih dulu. Mikha menatap Jarvis yang terlihat sedang berjalan menuju pintu keluar pantry seoalah-olah tak melihat keberadaan Mikha disana. "Kamu kenapa? sejak tadi seperti mengamati seseorang.." keluh Earlene yang menyadari hal tersebut. "Tidak apa.. hanya penasaran saja.." balas Mikha sambil mengidikkan bahunya. "Penasaran apa?" tanya Earlene kembali semakin bingung. "Sudahlah.. makan saja---oh iya tadi pagi, Aku bertemu Tn. Kelsey! Dia sangat tampan dan berwibawa---dia terlihat semakin keren saat beberapa pengawal itu berjalan di sisi kana dan kirinya" ungkap Mikha yang teringat dengan kejadian pagi tadi. Earlene ikut terkejut tak menyangka dan merasa iri. Dimana ia juga yang ingin melihat Tn. Kelsey secara langsung, namun sejak menjalankan penelitiannya di capitaland seminggu ini ia belum pernah bertemu dengan Tn. Kelsey. Mikha begitu memuja ketampanan Deefan, Ia juga menanyakan pada Earlene rasa penasarannya dengan wajah anak dari Deefan melihat wajah ayahnya yang sudah sangat tampan baginya. "Berhenti berkhayal---cepat selesaikan makan siang mu.." tegur Earlene kembali dengan ucapan yang sama dari Mikha sebelumnya. Mikha dan Earlene kembali keruangannya setelah menyelesaikan makan siangnya. Disaat keduanya akan masuk ke dalam ruangan untuk melanjutkan penelitiannya. Seorang staff yang berada di lantai sama dengannya meminta Mikha untuk membawa beberapa berkas laporan keruangan Deehan. "Kamu saja yang memba----" "Dia juga memiliki tugas lain untuk ku.." sela staff itu menunjuk kearah Earlene. Mikha tak memiliki pilihan lain selain membawa berkas laporan yang dimintai staff tersebut pada Deehan. Berjalan sambil memegangi tumpukan berkas itu, Mikha menuju lift dan berhasil tiba di lantai dua belas dimana ruangan Deehan berada. Mikha berjalan menyusuri lantai tersebut dan mendapati ruangan Noah lebih dulu. "Oh jadi dia berada dilantai yang sama dengan Noah.." batin Mikha mengingat ia yang tak pernah mengetahui dimana ruangan Deehan sebelumnya. Mikha mengintip masuk ke dalam ruangan Noah dan tak melihat siapapun disana. "Kenapa dia sering meninggalkan ruangannya?" ucap Mikha pada dirinya sendiri. Mikha kembali melanjutkan langkahnya mencari ruangan Deehan yang telah di jelaskan oleh staff tersebut tadi padanya. Lalu ia mendapati seorang staff perempuan yang sedang berjalan dari arah berlawanan dengannya. Mikha mencegat staff tersebut untuk menanyakan dimana ruangan Deehan berada. "Permisi.. Aku diminta bawa berkas ini keruangannya Deehan---Apa bisa tolong tunjukkan pada ku?" tanya Mikha sopan. Staff wanita itu mengamati Mikha dari ujung kaki hingga ujung kepada dengan wajah risih. "Siapa kamu? Staff baru disini?" tanyanya. "Bukan. Aku mahasiswi yang sedang melakukan peneliti---" "Pantas saja! Apa kamu tidak tau ruangannya siapa yang kamu cari? Beliau orang penting di capitaland, tidak sepantasnya kamu mengucapkan namanya saja.." tegur staff tersebut yang membuat Mikha terkejut. Mikha menyadari kesalahannya yang hanya mengucapkan nama Deehan di hadapan seorang staff. Namun Mikha masih belum mengetahui maksud dari perkataan staff tersebut dengan identitas Deehan yang sebenarnya. "Ah iya.. maaf. Aku minta maaf. Aku tidak tau" ungkap Mikha meminta maaf. Melihat Mikha menyadari kesalahannya dan berjanji akan memperbaiki dirinya, staff tersebut menunjukkan ruangan Deehan yang tepat berada di belakang Mikha saat ini. Mikha berbalik dan melihat sebuah ruangan di belakangnya. Mikha pun berterima kasih pada staff itu dan kembali meminta maaf atas sikapnya yang kurang sopan. Setelah staff itu pergi, ia mengetuk pintu itu terlebih dahulu lalu membukanya. "Permisi.." ucap Mikha saat membuka pintu tersebut. Mikha melihat sekeliling ruangan tersebut yang begitu luas dan tertata dengan rapi. Aroma ruangan itu juga sama persisis dengan wewangian yang melekat pada tubuh Deehan. "Besar sekali ruangannya kalau hanya untuk satu orang..." batin Mikha takjub. Mikha juga mendapati papan nama milik Deehan, dimana papan nama tersebut menuliskan namanya yang lengkap. Deehan Alterio Kelsey. Mikha cukup lama mengamati nama tersebut melihat marga Deehan yang mirip dengan Deefan. Seperti biasanya Mikha yang memang memiliki rasa penasaran yang besar, ia berjalan dengan hati-hati menuju meja kerja Deehan yang terlihat begitu rapi. Perlahan-lahan ia menyimpan berkas yang di bawanya di atas meja kerja tersebut. Rasa penasaran itu semakin sulit untuk dikendalikannya, lalu tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara pintu yang terbuka lalu menegurnya. "Hey.. kamu sedang apa diruangan ini?" ucap seorang staff yang juga sedang membawa beberapa berkas di kedua tangannya. Mikha sangat terkejut mendengar suara tersebut. Ia pun membalikkan tubuhnya dan menjelaskan alasan keberadaannya diruangan Deehan karena ingin membawa berkas yang disuruhkan padanya. Betapa terkejutnya Mikha saat staff itu memberitahu identitas Deehan sebenarnya yang tidak lain adalah CEO Capitaland sekaligus anak tunggal dari Deefan Alastair Kelsey. Mulut Mikha sulit untuk mengatup kembali karena tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar. Mengingat sikap dan tingkah lakunya pada Deehan yang selalu tidak sopan. Sekilas pikirannya kembali pada hari dimana Nino memarahinya. Nino yang begitu segan pada Deehan sedangkan Deehan yang terlihat biasa saja di depan Nino dan tidak merasa tertekan. "Kenapa Aku tidak menyadari hal itu dari kemarin?" "Kalau ayah atasan Deehan mana mungkin ayah bisa sesegan itu padanya---astaga Mikha!" Lalu Mikha juga teringat dengan kejadian pagi tadi, dimana ia mendorong Deehan dan mendapat tatapan kurang menyenangkan dari beberapa staff yang melihatnya. "Astaga.. Mikha! Apa yang sudah kamu lakukan!" Staff itu kembali menyadarkan Mikha dan memintanya keluar dari ruangan Deehan. "Pantas saja di acara anniversary kemarin, lelaki itu memanggilnya Tn. Kelsey! Karena dia memang Tn. Kelsey!" lanjutnya kembali sembari keluar dari ruangan Deehan. Mikha berjalan menuju lift sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya mewaspadai kalau saja Deehan tiba-tiba muncul di hadapannya. Pasokan udaranya kembali lega saat ia berhasil tiba diruangannya tanpa bertemu dengan Deehan. Mikha kembali termenung mengingat semua kejadian yang terjadi antara dirinya dan juga Deehan. Mikha memijit pelipisnya dan rasa yang masih tak menyangka kalau Deehan adalah anak dari Deefan. Ucapannya saat di pantry juga ikut terngingang di kepalanya. Dimana ia yang begitu penasaran dengan wajah anak dari Deefan. "Dia memang tampan" ucapnya jujur namun cepat ditepisnya mengingat hubungannya dengan Deehan yang selalu kurang baik. "Kenapa kamu?" tanya Earlene yang baru selesai dengan tugas yang diberikan padanya. "Earlene! Kamu harus dengar apa yang ku dapat barusan saja!" ucap Mikha menarik Earlene mendekat kepadanya. "Ada apa?" tanya Earlene bingung. "Kamu sangat penasaran dengan anak dari Tn. Kelsey kan?" tanya Mikha bersemangat. Mata Earlene membulat dan ikut bersemangat mendengarkan apa yang akan di beritahukan Mikha padanya. Dimana ia yang juga sangat penasaran dengan anak dari Tn. Kelsey. Mikha membisikan pada Earlene apa yang baru saja ia dapatkan siang ini. Mikha memberitahu Earlene kalau Deehan adalah anak dari Tn. Kelsey. Seperti dengan ekspresi Mikha sebelumnya, kini wajah Earlene dibuat kaku dengan pernyataan Mikha yang sangat mengejutkannya. "Mikha! Kamu tidak pernah membuatnya kesak, kan?" ucap Earlene sembari memegang pundak Mikha. Mikha menghela napas kasar dan kembali mengingat kejadian-kejadiannya bersama Deehan, bahkan pagi tadi ia sudah bersikap tidak sopan padanya. "Sudah ku duga.." lanjut Earlene yang telah mengetahui karakter dari sahabatnya itu. *** Deehan meminta Theo untuk menyelidiki beberapa laporan yang sampai ketelinganya tentang kinerja Jarvis. Deehan telah memeriksa beberapa laporan keuangan yang tak sesuai dengan data yang diberikan padanya, terkhususnya pada bagian Jarvis. "Kau lihat laporan itu! Benar-benar sangat berbeda, kan?" ucap Deehan marah. Theo melihat laporan yang diberikan Deehan padanya dan menyetujui perkataannya. "Cari tau apa yang sebenarnya anak itu kerjakan! Dan yah.. selidiki juga hubungannya dengan beberapa investor yang ditanganinya!" lanjut Deehan. Theo meninggalkan ruangan Deehan setelah ia mendapat perintah tersebut untuk menyelidiki hubungan Jarvis dengan beberapa investor terdekatnya. "Kalau sampai dia melakukan kesalahan fatal---Aku juga harus melakukan hal yang sama padanya!" batin Deehan. Kemarahan Deehan membuat suasana hatinya memburuk setelah mendengar informasi yang ia dapatkan tentang Jarvis. Mengingat akar permasalahan yang menyudutkannya di depan Deefan adalah beberapa laporan yang tak sesuai dengan keasliannya. Karena hal tersebut, Deehan kembali kehilangan kepercayaan Deefan yang mengadalkannya dalam mengurusi permasalahn tersebut. Ditambah lagi posisi Noah yang semakin kuat di hadapan Deefan. Tak ada yang bisa menenagkan Deehan kalau saja apa yang dipikirannya saat ini benar terjadi. Kesalahan dari para staffnya mampu membuat hubungannya dengan Deefan kembali memburuk. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN