Earlene terlihat datang lebih dulu di Capitaland menunggu kedatangan Mikha di ruangannya. Setelah semalam ia dapat tidur pulas karena mendapat pesan yang di kirimkan Mikha soal dirinya yang sudah tiba dengan selamat kembali ke rumah. Earlene menunggu kedatangan Mikha sembari meneguk cokelat panas yang telah tersedia di atas meja penelitiannya. Beranjak dari kursinya memegang cokelat panas miliknya dengan menjatuhkan pandangannya pada jendela kaca ruangannya yang saat ini menampilkan pemandangan kota yang begitu cerah di pagi hari. Perhatian Earlene teralihkan saat merasakan pintu ruangannya yang terbuka dan menampilkan sosok Mikha, orang yang sangat ia tunggu sejak kemarin. “Mikha!” teriak Earlene bersemangat. Earlene mendekati Mikha lalu memeluknya hingga membuat cokelat panas itu h

