Hari yang bagai mmpi buruk itu akhirnya dilewati dengan Sahara yang membiarkan Liam tidur di sampingnya. Dia baru merasakannya sekarang, bahwa perasaannya pada Liam masih sama saja saat mata lelaki yang selalu menatapnya penuh benci karena Sahara berada di dalam tubuh Shanina, kini menatapnya hangat seperti dulu. Semalaman, Sahara beberapa kali mendengar erangan Liam yang menyebut namanya. Mungkin alam bawah sadar pria itu masih menanggap bahwa Sahara mati. Dan karena itu juga, Sahara jadi mengetahui bahwa Liam tidak pernah bisa tidur nyenyak semenjak kematian dirinya. Melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul lima pagi, Sahara berniat untuk turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi. Tapi saat itu tangan Liam mencekal lengannya hingga Sahara terkejut. "Kau mau kemana?" Tanya Lia

