"Saat kunjungan terakhir kali, mereka setuju untuk proses akuisisi. Tapi tiba-tiba saja mereka menambahkan syaratnya secara sepihak. Jadi, harus ada petinggi yang langsung terbang ke sana agar mereka tidak sembarangan meremehkan RD lagi." Liam mendengarkan dengan telinga kosong semua yang dibicarakan oleh Paul. Sudah jelas bahwa tujuan pembicaraan ini adalah mengirim dirinya ke tempat itu, tapi Liam sudah akan menolak. Karena dirinya tidak bisa meninggalkan Sahara sendirian terlalu lama. Terlalu berbahaya membiarkan Sahara sendirian. "Jadi karena itu, alangkah lebih baik jika kita menunjuk--" "Paman Paul yang akan berangkat," potong Liam santai. Ucapannya itu membuat dewan direksi terkejut dan saling pandang, terutama Paul yang sejak tadi sudah berbicara panjang lebar demi bisa mengi

