"Bukankah kau sudah seharusnya melupakan wanita itu? Kau masih muda, hidupmu masih harus terus berjalan. Tolong, jangan buat Ibu dan Ayah merasa khawatir akan dirimu, Liam. Hanya dirimu yang nantinya akan mewarisi semua yang dimiliki oleh ayahmu, bukan?" Liam yang masih dalam posisi berjongkok di depan makam bertuliskan "R.I.P Sahara Jean", melirik pada ibunya yang berdiri di sampingnya. " Bukankah Ibu tahu, bahwa Sahara adalah wanita yang sangat aku cintai. Dia satu-satunya wanita yang mencintai aku dengan sangat tulus dan selalu menghargai pilihanku." Ibunya itu mendengus keras. "Banyak wanita yang seperti itu, Liam. Kau saja yang tidak bisa melihatnya karena terlalu terpaku pada wanita yang sudah mati itu." Rasanya Liam sangat ingin marah mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya, tap

