40 | Terakhir Kali

1674 Kata

"Van, bisa ketemu?" Elvin meremas ujung blouse bermotif batik merak yang dikenakannya demi menghalau gugup. Setelah dua minggu lebih memblokir dan menghindar dari Ervan, kini terpaksa ia harus menghubungi pria itu demi mengentaskan rasa rindu yang dipendamnya sendiri. Ini untuk terakhir kali, terakhir kali. Janji Elvin dalam hati, karena setelah ini ia sudah membulatkan tekad untuk pergi menjauh dari lelaki dengan tatapan tajam namun selalu hangat untuknya. "Astaga Elvin...." terdengar suara lega dari seberang sana. "Berkali-kali aku coba hubungi kamu tapi selalu gagal, aku ke rumah kamu juga gak dibukain pintu. Ka- kamu kemana aja? Kamu buat aku hampir gila El." sambung Ervan sarat emosi. Elvin menelan salivanya susah payah. Dia memang sengaja memblokir nomor ponsel Ervan. Pun demikian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN