41 | Dosa Terindah

1715 Kata

"Om koki emang mau bobo sini?" suara renyah Malika membuat Ervan tersenyum tipis. Pria itu kini tengah menemani Malika merapikan mainannya di karpet yang sengaja digelar di ruang kerja Elvin. Elvin sendiri sedang berada di dapur untuk menyiapkan s**u hangat sebelum mengantarkan sang putri tidur. Sedangkan bi Yuyun yang semula akan menginap, mengurungkan niatnya karena sang majikan sudah tiba di rumah sebelum jam sembilan malam. "Emang boleh sama Malika?" Ervan balik bertanya. "Boleh dong, Malika kan anak baik. Semua boleh bobo sini, oma sama opa aja boleh, papa juga boleh, aunty berisik juga boleh, om koki juga boleh dong." Malika melempar boneka-boneka kecilnya ke dalam keranjang mainan. "Ya udah om ijin bobo sini sebentar ya." "Oke siap, tapi harus bayar." Kening Ervan berkerut, ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN