Bantu 1k foll Ig @deee___11 yaa teman teman❤️
xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx
Suasana malam sangat hening seperti biasanya, dan seperti yang rutin Liona lakukan gadis itu menunaikan solat tahajud.
Liona tersenyum melihat Reksa tertidur pulas.
"Liona ga nyangka bakal punya suami setampan Mas." kata nya lalu mengelus pelan pipi Reksa yang di tumbuhi bulu tipis.
"Liona tau Mas belum cinta sama Liona. Jadi Liona minta sama Allah buat kabulin doa Liona. Liona pengen jadi seorang istri dan punya keluarga yang sebenarnya" lirih nya tepat di telinga Reksa. "Liona nggak mau bercerai. Liona nggak mau melanggar janji yang Liona buat sama Allah" lanjut nya.
Lalu gadis itu beranjak dari tempat tidur, menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Lalu menunaikan solat tahajud dan meminta doa pada Tuhan nya.
xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx
Reksa terbangun kala suara adzan subuh terdengar masuk ke gendang telinga nya. Dia menoleh, ingin menatap wajah ayu sang istri namun sayang Liona sudah tak ada di tempat.
Reksa akan beranjak, namun seketika terkejut melihat Liona pulas di lantai dengan mukena yang belum ia lepas.
Reksa terdiam sebentar, memandang wajah teduh istri nya.
"Mas tau kamu cape, tapi kamu ga pernah bolong buat solat tahajud"
Percaya atau tidak, Reksa mendengar perkataan Liona tadi malam. Reksa selalu terbangun saat Liona akan menunaikan solat tahajud nya.
"Mas juga punya janji, bukan cuma sama Allah tapi juga Mama." Reksa mengelus kepala sang istri yang tertutup mukena berwarna putih itu.
Reksa lalu mengangkat Liona, namun belum sempat Reksa menurunkan istri nya di ranjang Liona sudah terbangun.
"Eh, Mas..." lirih Liona masih di ambang kesadaran.
"Lo ketiduran, gue mau solat" kata Reksa kembali ke setelan awal, entah kemana kata Aku-kamu yang barusan di ucapkan nya.
"Ma-maaf..."
"Gapapa. Sana wudhu, gue imamin" kata Reksa lalu menurunkan Liona.
"Mas mau ngimamin Liona?" Reksa menggumam singkat, namun dapat di lihat wajah Liona yang nampak tersenyum senang.
"Liona ambil wudhu dulu" Reksa mengangguk.
Liona langsung melepas mukena nya dan berjalan ke kamar mandi, sedangkan Reksa langsung berlari ke luar kamar menuju kamar mandi lain untuk mengambil wudhu.
Reksa memukul mulut nya.Dasar mulut nya kenapa kembali ketus sih kalo sama Liona
Liona sendiri nampak menatap dirinya di pantulan kaca, tak percaya Reksa akan mengajak nya untuk solat bersama.
Dadi awal mereka menikah, kedua nya belum pernah solat berjamaah.
Liona keluar dari kamar mandi setelah benar benar yakin bahwa ini bukan lah mimpi. Namun ketika kembali ke kamar, Reksa sudah tak ada. Membuatnya langsung cemberut, apa Reksa hanya main main barusan?
ceklek
Pintu kamar terbuka, menampakkan Reksa dengan rambut basah nya.
"Mas baru wudhu?" tanya Liona.
"Tadi udah wudhu, batal" alasan Reksa yang diangguki oleh Liona.
Pria itu lalu memakai sarung nya. Liona memakai mukenya nya. Dan keduanya solat berjamaah untuk pertama kalinya.
Renita yang tak sengaja lewat mendengar alunan lafal Al Fatihah yang Reksa ucapkan langsung kepo dan membuka kamar anak nya. Senyum nya langsung terbit melihat kedua nya tengah solat berjamaah.
Selepas keduanya salam , Liona nampak menatap ragu ke arah Reksa yang di depannya.
Sampai tiba tiba Reksa berbalik badan dan mengulurkan tangan kanan nya.
"Ga mau salim?"
"Eh?!" kaget Liona, cepat cepat gadis itu langsung menyalimi Reksa. Dan tak di sangka, Reksa mengecup kening Liona membuat Liona membeku.
xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx
Jam sudah menunjukkan jam tujuh, Reksa baru saja pergi ke kantor. Liona sendiri nampak tengah menjemur baju dengan senyum yang tak luntur dari wajah ayu nya.
Pikiran nya kembali terngiang saat ia menunaikan solat subuh bersama Reksa tadi.
"Li?" panggil Renita pada sang menantu.
"Iya Bu?"
"Bisa tolong bantu Ibu oleskan balsem?"
"Balsem?"
"Ibu akhir akhir ini pegal pegal badan nya"
"Ibu duduk dulu, Liona bereskan jemuran ini sebentar ya?"
"Iya sayang"
Renita langsung duduk seperti apa yang Liona minta. Wanita paruh baya itu benar benar senang Liona menjadi keluarga nya sekarang.
Tak lama kemudian, Liona menghampiri Renita yang tengah duduk di sofa.
"Mana balsem nya Bu?" Renita memberikan balsem pada Liona.
Dengan sigap Liona mengoleskan, namun tak hanya itu gadis itu juga memijat tengkuk Renita.
"Tak usah di pijit, nanti hilang sendiri kalo sudah di oles balsem"
"Lebih cepet hilang kalo di pijit Ibu. Tenang aja, Liona udah berpengalaman tentang pijat memijat" kata nya membuat Renita terkekeh.
"Kamu memang serba bisa"
Liona hanya terkekeh kecil mendengar perkataan Renita.
"Li, Ibu pengen rumah nya rame" pijatan Liona memelan, ia tau kemana arah pembicaraan sang mertua. "Ibu pengen kamu cepat cepat hamil, bisa?"
xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx
"Kok udah pulang?" heran Renita saat Reksa kembali dari kantor.
"Flashdisk nya ketinggalan" kata pria itu membuat Renita yang tengah duduk di sofa membaca majalah menggeleng kan kepala nya.
Sudah punya istri masih saja pelupa, batin Renita.
Reksa masuk ke kamar, namun di ambang pintu langsung berhenti kala melihat Liona tengah mengaji dengan mukena yang tak lepas menutupi tubuh nya.
"Dia selalu seperti itu setiap hari, sebelum berangkat ke cafe" kata Renita menatap Liona sembari tersenyum.
"Dia benar benar sempurna, dimana kamu menemukan wanita seperti Liona?" tanya Renita.
Reksa yang tadi nya kagum dengan lantunan mengaji istri nya yang merdu langsung menatap Ibu nya.
"Ibu pake balsem?"
Renita mengangguk.
"Iya, Liona yang ngolesin dia bahkan mijitin ibu juga tadi" girang Renita.
"Reksa nggak salah pilih istri kan Bu?" Renita buru buru menggeleng kan kepala nya.
"Dia sempurna, sempurna banget!" kata Renita.
xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx
"Tumben kesini Mas?" heran Liona kala Reksa kembali datang ke cafe masih dengan setelan kantor nya.
"Sengaja, masak mau pulang padahal istri gue masih kerja?" Liona nampak tergugu mendengar jawaban Reksa yang tumben nggak membuat nya kesal.
"Udah sepi kenapa belum beres beres?" tanya Reksa. Pengunjung juga tinggal beberapa orang.
"Lagi nunggu orang yang mau ambil kue ulang tahun" Reksa mengangguk sembari ber—ohh panjang.
"Eh, suami nya ya?" tiba tiba ibu ibu paruh baya menghampiri keduanya yang tengah berbincang.
"Iya Bu" balas Reksa sembari tersenyum.
"Woalah, ibu kira kamu masih single. Ibu hampir aja jodohin kamu sama anak ibu yang jadi dosen. Soalnya kamu kayak anak kuliahan" kata ibu ibu itu.
"Udah hamil Bu" sahut Reksa cepat membuat Liona langsung mendelik menatap nya.
"Iya? semoga bayi nya sehat sehat ya. Kalo udah janda nanti kabarin" kata ibu ibu itu sembari kembali duduk di kursi nya.
Entah apa maksud nya, tiba tiba datang menghampiri Reksa dan Liona, mengacau lalu pergi.
Reksa mengumpat dalam batin nya.
"Mas apa apaan sih, kok ngomong nya gitu?" tanya Liona kala Ibu ibu itu sudah kembali ke meja nya.
"Ngaku dulu, hamil nya nanti gapapa" kata Reksa membuat Liona menatap nya tak percaya.
Ada apa dengan pria itu.
"Gue cape, ntar kalo udah bangunin gue bantu beres beres" kata Reksa lalu masuk ke dalam menuju kamar Liona dulu.
Meninggalkan Liona yang ternganga di tempat melihat kelakuan absurd sang suami.
"Sialan! gue hamilin aja deh daripada di embat orang.." kata Reksa kesal.
"Gila ngomong apa gue? hamilin? sadar Reksa Lo tuh cuman nikah kontrak sama dia!" kata Reksa lagi bermonolog
"Terobos aja lah anying dia bini gue!" kata nya lagi.
Reksa benar benar seperti orang gila yang berbicara sendiri. Jika Liona melihat pasti langsung ilfeel mengira pria itu tengah kesurupan.
"Bener, hamilin aja deh. Ntar malem gue jebol" putus Reksa menatap diri nya di pantulan kaca dengan percaya diri.
xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx xx
JANGAN LUPA IKUTI I*STAGRAM @QUEENDEEII DAN WAT**AD DEE @QUEENAADEE(QUEENDEE)
DOAKAN DEE YA BISA MENJADI PENULIS TERKENAL SUATU SAAT NANTI. AAMIIN AAMIIN.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA CERITA DEE. MAAF JIKA TIDAK SESUAI EKSPETASI KALIAN.
DANK U ALL SUKSES SELALU