bc

Perempuan Dekil Tawanan Bos Agensi

book_age18+
482
IKUTI
3.4K
BACA
HE
playboy
blue collar
drama
bxg
bold
office/work place
model
like
intro-logo
Uraian

Siapa sangka berkat keahlian menciptakan sebuah karakter fiksi membuat seorang penulis amatir harus berurusan dengan pria yang wajahnya mirip dengan karakter ciptaannya. Bella harus bertanggung jawab memenuhi tuntutan Radit untuk kerugian yang ditanggung pria tersebut. Kerugian mental atas hancurnya ekspektasi Radit yang tergila-gila dengan karakter wanita yang diakui Bella adalah dirinya sendiri. Ternyata Bella yang sebenarnya tidaklah secantik tokoh utama wanita ciptaannya. Akibatnya, Bella harus menjadi bulan-bulanan dendam Radit atas pupusnya harapan pria itu. Hasratnya yang menggebu akan kisah cinta yang nyata bersama tokoh utama novel impiannya kandas seketika setelah mendapati kenyataan bahwa Bella hanyalah seorang ibu rumah tangga yang penampilannya berbanding terbalik dengan karakter tersebut.

chap-preview
Pratinjau gratis
Penggemar Rahasia
"Kamu harus bertanggung jawab karena sudah menghancurkan mimpiku!" raung seorang pemuda di ruangan kerjanya. "Mimpi yang mana?" tanya Isabella— 25 tahun seorang penulis amatir yang harus berurusan dengan pria yang sangat mirip dengan karakter yang dibuatnya. "Aku udah berekspektasi tinggi tentang kamu dan ternyata kamu cuma emak-emak dekil yang menjelma jadi cantik berkat editan AI!" "Bukan salahku kalau kamu terbawa sama karakter fiksi yang aku buat!" "Semudah itu kamu ngomong bukan salahmu hah?! Jelas-jelas kamu sudah menjiplak wajahku, mengangkat kisah tentang kehidupan pribadiku! Gimana bisa kamu bilang itu bukan salah kamu, hah?!" "Aku bahkan baru tahu sama kamu hari ini!" "Bullsit!" sergah Radit— 30 tahun seorang Influencer yang memiliki rumah Agensi yang menaungi belasan Model dengan spesifikasi kecantikan yang menurutnya di atas rata-rata. Harus terkhianati oleh ekspektasi kepada Bella yang terlanjur merasuki hari-harinya sejak membaca karya novel disebuah platform ternama melalui Smartphone. *** Seperti biasa Bella setiap harinya selalu berkutat dengan naskah yang acap kali membuat waktunya tersita sehingga dia tidak pernah memperhatikan penampilan. Rambut yang selalu terikat acak-acakan dan wajah yang kusam akibat jarang tidur. Maklum saja selain seorang penulis amatir yang harus bolak-balik revisi karena kelemahannya dalam menguasai ejaan dan kosakata, dia juga seorang editor yang mahir mengedit foto seperti asli. "Sampe kapan sih kamu mau terus revisi?" tanya Jerry memecah konsentrasinya. "Sampai aku bisa jebol! kamu tau 'kan aku gak paham tentang kepenulisan yang benar." "Ngapain dipaksa sih Bel kalau gak mampu? Kamu 'kan bisa buka jasa edit, aku bisa promosikan di akun sosial media punyaku." "Aku 'kan minta promosikan kamu tentang Novel, kenapa jadi jasa editan?" Jerry menghela geram lalu meledakkan amarahnya, "Karena bakat kamu tuh disitu! Ngapain maksain sesuatu yang gak kamu kuasai?" Meskipun Jerry bersikeras membujuk bahkan kerap memaksanya berhenti nyatanya tak menyurutkan semangat Bella untuk tetap berkarya mengembangkan novelnya. Meski sudah berkali-kali ditolak tapi semangatnya tak pernah pupus. Jerry adalah teman Bella di sosial media yang bahkan tak pernah bertemu muka secara langsung. Tapi pemuda tersebut selalu mendukung apapun hobi sahabat online-nya itu. Berawal dari kekagumannya akan hasil editan sang amatir membuatnya jadi penggemar tetap yang selalu mengorder hasil karyanya. Tak banyak yang Jerry ketahui tentang kehidupan pribadi Bella karena dia sangat tertutup soal itu. "Terserah kamu deh! Aku mau live dulu, jangan lupa nonton!" ujarnya seraya mematikan panggilan suara w******p. Begitulah setiap harinya rutinitas Bella dari pagi hingga malam bahkan dia sering begadang demi bisa menggapai impiannya menjadi seorang penulis novel online terkenal. Hari berganti hari, seperti kata pepatah tak ada usaha yang akan terkhianati oleh hasil, perlahan Bella mulai menguasai seluk-beluk dunia literasi meskipun belum mendekati kata sempurna. Revisi terakhirnya setelah hampir setahun bergelut dengan peliknya ketidakmampuan memahami tulisan. Kini dia lebih percaya diri untuk mempublikasikan hasil karya perdananya. Berkat kemampuan ala kadarnya yang bisa menciptakan tokoh fiksi yang digadang-gadang luar biasa oleh teman-teman f*******: membuatnya jadi populer. Meskipun sampai detik itu juga Bella belum berhasil mendapatkan kontrak di sebuah Platform incarannya tapi dia tak putus semangat untuk terus melakukan promosi dari komunitas satu ke komunitas lainnya. "Wah hebat! Akhirnya kamu bisa maju juga Bel!" seru Jerry dari seberang sana. "Iya Jer … walaupun masih jauh banget buat ke tahap pengajuan kontrak tapi aku bangga bisa sampai sejauh ini." "Tenang aja ntar aku bantu promosikan cerita kamu!" "Makasih ya?!" seru Bella penuh semangat. Kali ini Jerry yakin untuk membantu mempromosikan hasil karya Bella karena tulisannya lebih bisa dipahami daripada sebelumnya. Bukan karena dia malu untuk mempromosikan tapi dia tidak ingin Bella mendapat hujatan yang akan menjatuhkan mentalnya. Karena Jerry tahu persis perjuangan gadis itu untuk bisa sampai ke titik ini. Setelah gencar promosi Bella mendapatkan penggemar fanatik seorang pria misterius yang sering meninggalkan jejak di kolom suka dan komentar untuk setiap promosi yang dia posting. Baik itu berupa video trailer maupun editan foto dua tokoh utama yang dimana Bella mengaku bahwa sang tokoh utama wanita merupakan si Author itu sendiri. Radit Semangat Thor! 41 menit Suka Balas "Kok dia rajin banget komen ya?! Akunnya gak ada foto lagi," gumamnya seraya menggulir akun si penggemar rahasia. Bahkan penggemar itu ikut membagikan postingan Bella. Ada secercah kebanggaan berbaur dengan rasa khawatir kalau-kalau cerita yang dia buat tidak semenarik yang dipromosikan tapi dia tetap mencoba optimis dengan apa yang sudah berjalan. Tetap saja yang namanya perjuangan harus disertai dengan drama kegagalan. Meskipun karya itu sudah memasuki bab-bab terakhir tidak juga memenuhi ekspektasi. Masih terlalu banyak kesalahan yang dia lakukan sehingga belum bisa memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan kontrak padahal dia telah mengirim ke beberapa Platform novel online. Akhirnya Bella benar-benar frustasi, "Aku menyerah Jer!" ucapnya dengan nada lesu. "Kenapa?" "Aku udah belajar ini dan itu tapi tetap gak bisa menyesuaikan tanda baca, ejaan dan lain-lain." "Sudah aku bilang sih Bel, semua orang mungkin bisa menulis tapi untuk ke tahap menjadi seorang penulis kamu harus banyak belajar. Karena gak cuma alur yang mesti kamu kembangin tapi tata cara menulis itu juga." "Iyalah aku berhenti ajalah, mungkin bakatku bukan di sana." "Sudah aku bilang kamu kembangin aja skill ngedit. Lupain tentang mimpimu itu," ujar Jerry menutup panggilan. Dengan berat hati akhirnya Bella berhenti menulis. Dia kembali ke kegiatannya semula yaitu menjadi kreator edit wajah untuk berbagai kebutuhan. Si Penggemar rahasia bernama Radit itu merasa kehilangan karena Bella sudah tidak pernah lagi memposting si karakter utama wanita dalam ceritanya. Radit Kak, kok gak pernah update lagi? Aku nungguin loh kelanjutan ceritanya. 2 hari Suka Balas Bella bingung harus membalas apa pada komentar yang ditinggalkan Radit di postingan hasil karya orderan edit fotonya di f*******:. Akhirnya dia mengabaikan komentar itu. Keesokan harinya Radit kembali berkomentar: Kak jawab dong, masa digantung gini komentarku. Akhirnya Bella menjawab: Saya sudah tidak menulis lagi, maaf ya. Tak lupa Bella menyisipkan emoticon tanda sedih. Hampir satu bulan lamanya sejak komentar terakhir, Radit sudah tidak pernah lagi berkomentar di postingannya. Bella merasa sangat kehilangan penggemar itu. Tak dipungkiri sejak Radit kerap mengisi komentar di setiap postingan promosi novelnya, Bella merasa hatinya berbunga-bunga entah karena apa. Kerap kali dia menggulir akun Radit hanya untuk memenuhi rasa penasarannya dengan wajah si penggemar tersebut. Pagi itu Bella belum sadar sepenuhnya setelah terjaga, dia melihat ada lambang pesan masuk di Messenger-nya. Wajahnya menyunggingkan senyum berbinar ketika dia membuka ternyata pesan itu dari Radit. Radit Halo Kak selamat pagi, maaf sebelumnya kalau aku lancang mengirim pesan pribadi ke Kakak. Dan maaf juga sebelumnya, kalau boleh tau Kakak tinggal di mana ya? Bella Halo Radit, pagi juga. Aku tinggal di Jakarta. Setelah membalas Bella menunggu tanggapan Radit tapi belum juga mendapat balasan. Akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan pesan itu. Lewat tengah hari Radit membalas pesannya. Radit Wah kebetulan saya juga tinggal di Jakarta. Memang yang namanya rezeki gak kemana ya Kak. Oke langsung aja ya Kak, aku mau nawari Kakak cetak buku kebetulan temanku seorang penerbit dan dia bersedia menerbitkan novel Kakak secara gratis. Bisa kita ketemu langsung? Membaca pesan itu Bella langsung bersorak, dia tak menyangka ada yang bersedia menerbitkan novelnya secara gratis. Tanpa pikir panjang akhirnya dia menyetujui untuk bertemu Radit di kantornya besok siang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook