Luna meremas tangannya mendengar ucapan Dika itu. Maaf? Kenapa sekarang baru minta maaf? Ingin rasanya Luna meneriakkan kalimat itu. Tapi nyatanya dia hanya diam saja. "Aku tahu aku ini mungkin sudah sangat terlambat, tapi aku tetap ingin mengatakannya, supaya ke depannya kita bisa bekerja sama dengan lebih baik," kata Dika. Luna tersenyum sinis. "Jadi begitu? Kamu minta maaf hanya supaya merasa nyaman saja?" "Luna," lirih Dika, "aku tahu aku benar-benar salah, kamu boleh menganggap aku ini orang b******k, tapi walaupun begitu aku juga punya hati." Luna mengerutkan keningnya tak mengerti dengan ucapan Dika ini. "Apa maksudmu?" Dika menatapnya dan meringis. "Kamu tahu nggak, selama pacaran sama kamu, aku bener-bener cemburu sama Arya?" Luna terperangah mendengar ucapan Dika itu. Arya?

