Arkan kembali ke rumah Keina dengan perasaan dongkol. Dia kira hati Melody akan melemah bila dia bersikap sedikit lunak pada wanita itu. Namun ekspektasinya terlalu tinggi. Dia lupa kalau hati mantan istrinya itu terbuat dari bongkahan es batu yang sangat padat dan beku, bisa cair tapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Saat Arkan melangkah gontai menuju kamarnya, dia melihat Levi sedang duduk sambil menelungkupkan kepala di antara kedua lututnya yang ditekuk di depan dadaa. Arkan mempercepat langkahnya untuk melihat apa yang sedang dilakukan anak laki-lakinya itu di depan pintu kamar. Padahal Melody sudah menyampaikan tadi kalau Levi sudah tertidur lelap saat dia meninggalkan kamar anaknya itu. “Levi? Kok duduk di depan pintu kamar Papa?” tegur Arkan setelah merendahkan tubuhnya supay

