Arkan keluar dari lift begitu saja. Padahal perempuan muda yang tadi bersamanya di dalam lift ingin menanyakan sesuatu padanya. Berjalan tergesa, mengenyampingkan perasaan sungkan karena sudah terlambat, Arkan mengetuk pintu ruang rapat. Semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut menengok dan tersenyum lega saat melihat Arkan membuka pintu. Terutama Nawa yang sedari tadi menunggunya. Rapat pun bisa dimulai setelah Arkan hadir di tengah-tengah forum. Selesai rapat sekretaris Nawa menghampiri ruangan Arkan. “Pak Arkan diminta datang ke ruangan Pak Nawa sekarang,” kata Hani. “Oh...iya. Terima kasih, Hani,” jawab Arkan. Arkan beranjak dari kursi kerjanya menuju ke ruangan Nawa. Setelah mengetuk pintu sekali Arkan dipersilakan masuk oleh pemilik ruangan. Pandangan Arkan langsung te

