BAB 26 Jea gak mengabari mau pulang. Alma lagi di kamar istirahat tiba-tiba pintu dibuka. “Jea…… “ Alma menghambur nangis terisak. Jea memeluk erat merasa bangga istrinya begitu mengkhawatirkannya. “Kamu nakal gak ngabarin pulang.” Alma memukul-mukul Jea kesel. “Sengaja sayang biar kamu gak repot menjemput ke bandara.” Jea mengelus-ngelus perut Alma. “gimana anaku dan Cantika baik-baik kan.” Alma cemberut kesel suaminya bikin stress selama disana. “Walau stress kamu kan akhirnya bisa melewatinya. Kamu kan tahu semua takdir, jadi jangan takut berlebih lagi yaa.” “Ga bisa, walau aku tau segala sesuatu itu takdir tapi aku gak bisa menghilangkan khawatir.” “Cantika dimana, aku kangen banget.” “lagi dibawa bapaknya jalan-jalan.” “Telpon dong suruh bawa sini aku ingin meluk dia,

