Mata coklat itu terus menatap tanpa berkedip, hatinya seperti tersayat ribuan pisau. Anak yang dia perjuangkan agar tetap hidup kini menolak untuk ia dekati. Valeri saat ini duduk di taman rumah sakit, di sana dia melihat seorang gadis kecil sedang berada di kursi roda bersama mamanya. Andai saja dia bisa sedekat itu dengan Ello. Mungkin sebelumnya dia menjadi idola dan kesayangan Ello, tapi bocah itu kini sudah membencinya. Sebuah tepukan di pundaknya membuat Valeri mendongak. Di sana ada Velove, wanita itu tersenyum lembut ke arah Valeri. Valeri tersenyum tipis, menyapa Velove yang sudah beberapa bulan ini tidak berada di Indonesia. "Kalian ke mari?" tanya Valeri pada Velove. Velove mengangguk. "Tentu saja aku kemari saat mendengar Ello kecelakaan, kau tahu sendiri kan Ello favori

