7. Kamu Ratuku

1413 Kata

Jen menatap berkas di tangannya untuk waktu yang lama. Nama ayahnya, Benedict Maxivel, tertulis dengan tinta hitam tebal di sana, lengkap dengan struktur organisasi perusahaan Maxivel Group. Selama beberapa detik, ia merasa dikhianati. Namun, saat ia mendongak dan melihat Bray berdiri di depannya dengan tatapan yang untuk pertama kalinya terlihat cemas akan kehilangan dirinya, Jen melakukan sesuatu yang tak terduga. Ia menutup berkas itu pelan, lalu meletakkannya kembali di meja tanpa bertanya lebih jauh. "Aku tidak ingin membahasnya, Bray," suara Jen tenang, hampir seperti bisikan. “Kamu harus dengarkan penjelasanku.” "Apa pun yang kau temukan, itu tidak mengubah fakta bahwa aku ada di sini sekarang." Bray tertegun. Ia sudah menyiapkan ribuan argumen jika Jen marah atau menuduhnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN