6. Obsesi

1044 Kata

Pagi di Villa Belvedere tidak dimulai dengan alarm yang bising, melainkan dengan aroma bunga melati segar dan suara gemericik air mancur dari taman labirin di bawah balkon. Jen mengerjapkan matanya, menemukan dirinya terkubur di bawah selimut kasmir yang sangat lembut. Saat ia menoleh, sisi tempat tidur di sebelahnya sudah kosong, namun meninggalkan aroma kayu cendana yang kini mulai terasa akrab di indera penciumannya. Di atas meja nakas, terdapat sebuah nampan perak berisi segelas jus jeruk segar, potongan buah beri, dan sekuntum mawar putih asli. Ada secarik kertas kecil di sana. “Buongiorno, Jen. Makanlah sedikit, lalu bersiaplah. Aku punya kejutan untukmu di bawah— Bray.’ Jenny menghela napas. Kemarahan yang ia kumpulkan semalam seolah-olah menguap saat ia merasakan betapa tubuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN