Mili berdiri di seberang jalan, bersembunyi di balik pilar bangunan tua bergaya Gotik sambil menggigit kuku jarinya. Sejak tamparan Jen pagi tadi, amarahnya sudah mencapai ubun-ubun. Ia kembali ke area Brera hanya untuk memastikan seberapa hancur mental Jen setelah malam itu. Namun, pemandangan yang dia lihat justru di luar dugaannya. "Siapa pria itu?" bisik Mili pada dirinya sendiri. Matanya membelalak melihat seorang pria jangkung dengan aura kekuasaan yang begitu pekat keluar dari kafe La Dolce Vita diikuti oleh Jen yang tampak menunduk pucat. Mili tidak mengenali wajah pria itu karena Bray memang jarang muncul di tabloid gosip kelas teri, dia adalah elit yang bergerak di balik layar ekonomi Italia. Di mata Mili, pria itu hanyalah salah satu sugar daddy atau pria simpanan yang mun

