3. Dia menemukan Jen

918 Kata

Di lantai teratas gedung perkantoran Xanders Corp, suasana terasa mencekam. Brayden Roderigo Xanders berdiri membelakangi meja kerjanya yang luas, menatap pemandangan Duomo di Milano dari balik dinding kaca. Di jemarinya, ia memutar-mutar jepit rambut berbentuk mawar mungil yang tertinggal di bantalnya tadi pagi. Pikirannya masih tertuju pada wanita semalam. JM. Inisial itu terus terngiang-ngiang. Ia ingat betul betapa rapuhnya wanita itu, namun juga betapa kuatnya gairah yang ia pancarkan. Ada sesuatu yang berbeda dari wanita itu, dia tidak terlihat seperti wanita yang sengaja menjajakan diri. Suara ketukan pintu terdengar. "Masuk," suara Brayden dingin dan singkat. Marco, asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Brayden, melangkah masuk dengan tablet di tangannya. Marco tahu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN