“Kalian resmi dan sah menjadi sepasang suami istri,” kata pendeta membuat semuanya bersorak gembira, berbeda dengan pernikahan Ben juga Evalinda yang tidak dihadiri oleh siapa pun, hanya Jack dan beberapa bodyguar yang meramaikan, sedangkan pernikahan Ben juga Shela terlihat ramai dihadiri dua keluarga juga teman-teman Shela. Ben menghela napas halus, semua hal yang sudah ia pertahankan akhirnya ia menjadi suami dari Shela, meski ia masih duduk di kursi roda, namun ia mampu merasakan sakitnya mengkhianati istrinya sendiri. “Selamat ya untuk kalian berdua,” kata Teresa—sahabat Shela. “Terima kasih, Tere,” jawab Shela lalu memegang pundak Ben yang kini duduk dikursi roda. “Apa sekarang kamu bahagia? Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau,” tanya Teresa membuat Shela mengedipkan matany

