“APA?” Jack spontan dan beranjak dari duduknya, ia membulatkan matanya penuh dan terkejut dengan apa yang ia dengar dari seberang telpon. Evalinda dan juga Terry mendongak, mereka menautkan alis, lalu saling bertukar pandangan, semoga saja itu bukan kabar buruk, itu lah harapan mereka. Sudut bibir Jack terangkat, menciptakan senyum tampan yang membuat Terry klepek-klepek setiap kali melihatnya, hubungannya dengan Jack memang sudah diperjelas, namun sikap Jack kepadanya tidak selalu kurang. Jack yang selalu sibuk bekerja, Jack yang tidak pernah menjalin komunikasi dengannya dan Jack yang selalu mengabaikannya setiap kali ia sedang bercerita. Jadi, melihat Jack yang tersenyum saat ini, membuat hati Terry berdebar hebat didalam sana. Terry menoleh dan menatap Evalinda, sepertinya Evalinda

