Kejutan di bandara

1312 Kata

"Abraar, pesawat Om itu terbang jam sembilan kenapa jam segini kamu udah narik narik Om ke sini?" tanya Fikri yang terlihat kesal, padahal laki laki itu masih berat membuka matanya. "Sekalian Om, pesawat Bella mendarat jam tujuh dua puluh," jawab Abraar, "biar sekali dayung dua pulau terlewati." "Sekali dayung, sekali dayung, Om masih pengen tidur. Mana belum sempet sarapan lagi," Omel Fikri yang duduk di sebelah Abraar yang lalu tertawa geli. "Mama juga belum selesai masak Om, ntar kita sarapan di bandara aja," jawab Abraar ringan, sedangkan Fikri masih menggerutu melanjutkan omelannya. "Iya, iya! Semangat banget yang mau jemput pujaan hatinya sampe sampe enggak peduli Om nya jadi korban," kata Fikri sebal, Abraar masih tertawa geli. "Enggak usah lebay deh Om, jadi korban emang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN