Ela langsung keluar dari mobilnya dan berlari mendekati kerumunan, ada beberapa warga sekitar yang berada di pinggir pembatas jembatan itu melihat seorang gadis yang duduk di atas pembatas jembatan yang terbuat dari semen dan beton sambil berlinangan air mata. orang orang itu heboh mengatakan jika gadis itu akan bunuh diri. "Nasya, kamu ngapain, Nak?" tanya Ela saat mendekati sang putri, gadis itu menoleh sesaat lalu kembali menatap lurus ke depan, di bawah sama bukanlah sungai tapi sebuah perlintasan kereta api. "Mama mau ngapain ke sini?" tanya Nasya dengan nada datar, gadis itu seolah begitu tidak peduli meski sedari tadi banyak pasang mata yang tertuju padanya memperhatikan tingkahnya itu. "Mama nyari kamu, kita semua nyariin kamu, Nak. Ayo kita pulang," kata Ela berusaha membuju

