Pelukan untuk Bella

1346 Kata

Tidak tega sebenarnya melihat Nasya seperti itu, bagaimana pun juga gadis itu juga pasti merasa tersiksa tapi mau bagaimana lagi kalau pilihan lain selain bersikap tegas pada gadis itu adalah memberikan apa yang dia mau dan jelas Abraar tidak bisa melakukannya karena yang gadis itu mau adalah hatinya. Hati yang sepenuhnya milik Bella. Apalagi kata kata Bekti saat di mobil tadi semakin membuat Abraar yakin kalau dirinya memang harus bersikap demikian. Abraar yang hampir membuka pintu mobil Bekti untuk mengikuti Ela menemui Nasya di jembatan tadi urung melakukannya saat mendengar Bekti memanggilnya. "Braar, jangan turun," kata Bekti, dengan tatapan tidak mengerti Abraar kembali duduk. "Tapi Om, aku mau bujuk Nasya buat turun itu bahaya," kata Abraar, Bekti menatap keponakan sang istr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN