"Abraar, terima kasih ya kamu mau nemenin Nasya," ucap Ela pada sang keponakan dengan tidak enak hati, "maaf karena Nasya kamu jadi harus pulang." Bekti menatap Abraar yang duduk di depan mereka berdua, di sebuah ruang tunggu di mana Nasya sedang menjalani pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana dia butuh bantuan. "Enggak apa apa, Tante, kenapa harus minta maaf, Aku emang harus pulang kan, aku harus ngurus berbagai hal buat keperluan wisuda juga," jawab Abraar, Ela dan Bekti saling pandang setidaknya mereka merasa lega karena Abraar pulang bukan karena terpaksa di minta menemani Nasya saja. Pintu tempat Nasya melakukan pemeriksaan terbuka dan gadis itu keluar di temani seorang wanita lain di belakangnya. "Orang tua, Mbak Nasya, dokter ingin bertemu," kata Perawat berkerudung biru

