Bilqis kembali membuka kedua matanya. Gadis itu bingung dengan sesuatu yang mengganjal mengenai perut bagian bawahnya. Dia diam sejenak untuk menerka-nerka. Beni pun tampaknya sudah tertidur karena kelelahan bekerja di hari pertamanya. 'Hah!' Bilqis memekik dalam diam. Gadis itu menutup mulutnya sendiri dengan tangan. Dia kini tahu dengan apa yang menimbulkan rasa mengganjal itu. Gadis itu mendongak untuk menatap wajah suaminya. Beni sudah memejamkan kedua matanya. Dari jarak sedekat itu Bilqis dapat menyaksikan wajah tampan yang tenang. Bahkan dia juga dapat mencium aroma rokok yang samar serta aroma maskulin Beni yang menenangkan. Wajahnya mulai bersemu kemerahan. Dia pun mencoba memundurkan tubuhnya. Namun, kedua lengan Beni dengan erat terus mendekapnya meski kedua matanya terpejam

