*** "Ariza!" Raihan berseru seiring matanya tetap fokus memandangi map yang ada di depan matanya. Pria itu terlalu sibuk sampai tak sempat mendongakkan kepalanya melihat Ariza di sana. "Kenapa Kak Raihan? Apa ada yang bisa saya bantukan?" "Jam berapa meeting untuk perusahaan pak Uqassya tu?" Ada pertemuan sore ini dengan rekan bisnis barunya. Raihan berharap kerja sama dengan perusahaan Uqassya akan menguntungkan bagi kedua belah pihak. "Jam tiga sore, Kak." Raihan mengangguk seadanya. Pria itu melanjutkan pertanyaannya untuk memastikan. "Lepastu takde lagi jadwal 'kan? Saya nak shopping dengan bini saya malamnya." "Iya, Kak. Setelah meeting dengan Kak Uqassya, jadwal Kak Raihan sudah tidak ada setelah itu." "Oke. Baiklah." Suasana hening dalam beberapa saat. Raihan sibu

