*** "Ariza! Saya dah selesai sign surat ni," seru Raihan. Raihan memberitahu ketika Ariza sedang mengetikkan sesuatu di komputernya. Wanita itu sangat pekerja keras. Dia tidak pernah main-main dalam hal pekerjaan. Meskipun sedang patah hati, Ariza bisa mengesampingkan hatinya dengan bekerja lebih giat dari biasanya. Benar-benar profesional. "Iya, Kak Raihan. Taruh di meja saya saja. Nanti sore saya antar ke perusahaan pak Uqassya." Ariza berujar tanpa mengalihkan perhatian dari komputernya. Sungguh karyawan yang teladan. Dia begitu ulet melakukan pekerjaannya. Raihan mulai berpikir untuk mentraktir wanita itu atas kerja kerasnya. "Oke. Makasih ya, Ariza." Raihan selalu bersyukur jika memiliki karyawan yang setia dan bisa diharapkan seperti Ariza. Mirip sekali dengan Ayuma, mantan se

