*** Raihan menaruh ponsel di saku celananya. Dalam hati, ia begitu mencemaskan apa yang tengah dipikirkan oleh Ariza. Pria itu memijat kepalanya yang sebenarnya tidak sakit. Semakin Raihan memandangi Ariza, semakin wanita itu menunduk. Ada sesuatu yang tengah disembunyikan Ariza kepadanya. "Jadi...." Raihan sengaja memotong pembicaraannya hanya untuk menarik perhatian Ariza. Triknya berhasil karena Ariza langsung mendongak ke arahnya. "Apa ni Kak Raihan. Nak cakap ape ni?" Ariza berhenti mengetik di keyboard komputer. Pandangan Ariza sepenuhnya tertuju pada Raihan. "Saya nak bagitahu something. Saya rase you perlu tahu pasal ni." Hati Raihan bimbang, apakah ia harus melanjutkan perkataannya atau tidak. Dia sama sekali bingung harus melakukan apa. Akan banyak kemungkinan kalau ia j

