"Duduk, Dra." Dengan hati-hati Andra medekati sofa dan mengempaskan tubuhnya di sana. Aku mengikutinya dan duduk di sebelahnya dengan jarak kira-kira cukup untuk dua orang duduk. Tidak berselang lama Nanda datang membawa dua gelas es lemon tea. Lalu meninggalkan ruangan. Barulah kupersilakan Andra untuk bicara sesukanya. "Gue gak disuruh Raka seriusan," ujarnya tiba-tiba. Gurat gurat rasa takut jelas tergambar pada lelaki tambun ini. "Gue tau, malah gue rasa kalau Raka tahu lo bakal dihajar habis habisa kayak waktu itu," ucapku. Andra menggaruk belakang kepalanya, dia menatap gelas Es Lemon tea dengan rakus. Aku tahu dia haus jadi kubiarkan saja dulu Andra minum. Jakunnya naik turun saat meneguk es lemon tea persis seperti seorang bintang dalam iklan minuman bersoda. Padahal ya, Nai

