Mangkuk Dua Puluh Satu

1222 Kata

Kepulanganku ke Garut dan keputusan membuka Restoran Jepang tidak sepenuhnya memberikan kebahagiaan. Hampir setiap hari sejak buka resto selalu saja ada masalah yang melibatkan aku dan juga Raka. Kini masalah tidak hanya seputar persaingan kami saja. Raka sudah mendapatkan sekutu, semula Simi, lama-lama kedua orangtuaku juga berpihak pada cecunguk itu. Semalaman aku tidak tidur karena dimarahin mama, tidak ada sarapan dan itu membuat perutku sedikit keroncongan. Kebayang gak sih setiap hari sarapan tiba-tiba kini di rumah seperti tak berpenghuni, Mama tidak keluar kamar dan papa, kulihat pagi-pagi sekali beliau meninggalkan rumah dengan menggunakan celana training dan sepatu olahraga. Entah mengapa mobil melaju ke arah sebuah cluster di daerah Tarogong Kidul, tempat di mana Mas Bima ting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN