Mangkuk Tiga Puluh Empat

1158 Kata

Sejak kecil, aroma yang paling tidak aku sukai itu adalah aroma kayu putih. Mama bilang aku trauma karena dulu sewaktu mama menyapihku menggunakan mengoleskan banyak kayu putih. Kini aroma kayu putih itu rasanya dekat sekali, mengganggu saja dari tidurku. Aku rapatkan tangan karena kedinginan, sesuatu yang dingin menyentuh pipiku. Cukup mengganggu. "Tari, bangun, Tari please jangan bikin gue takut. Tari ...." Ada putus asa dari suara yang aku dengar. Entah siapa, entah papa atau Mas Bima. Ah ... Mas Bima, kepalaku berdenyut kala memikirkan dia. Benar barusaja aku membongkar kebusukan pria itu. Sekali lagi sesuatu yang dingin menyentuh pipi mengelus kedua alisku. Memaksaku untuk bangun, memaksaku untuk menerima kenyataan bahwa dengan tidur semua masalah tidak akan selesai dengan sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN