Mangkuk Tiga Puluh

2189 Kata

“Gue gak tahu harus berapa kali lagi bilang sama lo kalo si Bima Lucas itu bukan cowok baik-baik.” Itulah yang diucapkan Raka ketika kami berpapasan, aku hendak masuk rumah sedangkan Raka meninggalkan rumahku. “Terserah, kalo terjadi apa-apa, lo jangan nangis!” Kurasakan telapak tangan Raka dingin. Dari penampilannya saja aku sudah bisa menerka jika Raka keluar rumah dengan keadaan buru-buru. Mengenakan celana pendek, hoodie merah dan sendal jepit sebelah-sebelah. Aku melepaskan genggaman tangannya tetapi Raka malah menggenggamnya erat, kemudian kata selanjutnya yang dia lontarkan terus aku ingat-ingat. Bahkan ketika Mama dan Papa menyidangku karena pulang malam dan tidak bisa dihubungi. Rasanya, aku tidak bisa berkonsentrasi mendengarkan apa yang mama katakan. Esok harinya sama, peker

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN