35. Dibalik Pikiran Orang-Orang

1128 Kata

“Kenapa wajah kamu kelihatan kesal begitu?” Baru duduk di kursi panjang yang tersedia di kantin untuk istirahat, wajah Dewa sudah mendapatkan komentaran seperti itu dari kakaknya, bukan, itu bukan Nakula, tapi Hara yang tak lain adalah penyebab suasana hatinya tak menyenangkan saat ini. “Ini semua gara-gara Kakak. Kakak ini memang nggak bisa nggak jadi nyebelin walau cuma sehari gitu?” Hara yang diserang dengan ucapan macam itu tentu saja mengerutkan keningnya tidak mengerti. “Apa maksud kamu? Memangnya aku lakuin apa?” Seru Hara tidak terima. Di depan menu makan siang mereka yang memang sudah ditentukan oleh sekolah Dewa menggerutu tanpa suara, menatap seseorang yang duduk di seberang kakak perempuannya sinis. Iya, Gema memang duduk di sana bersama triplet sebagaimana biasanya. Tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN